• dinas.kebakaran@gmail.com
  • 112
News Photo

EVAKUASI CINCIN

Pos Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Surabaya Rayon Pasar Turi kembali kedatangan tamu istimewa Sabtu (29/4) siang. Seorang wanita tampak panik saat masuk ke ruangan tim rescue.

Ketika bertemu petugas, wanita itu langsung menjulurkan tangannya kepada petugas sambil memperlihatkan cincin yang sulit dilepas dari jarinya.

Komandan Rescue DPKP Surabaya Abdul Mokti mengatakan, sebelum evakuasi cincin dilakukan, wajib membuat surat pernyataan bermeterai. Dengan cekatan wanita itu mengeluarkan meterai dari tas. Padahal, petugas telah menyiapkan meterai. ”Dia mengaku sudah pintar dan tahu, akhirnya membawa meterai sendiri,’’ paparnya. Setelah membuat surat pernyataan, evakuasi cincin dimulai. Dua petugas rescue berbagi peran. Satu petugas dengan teliti berusaha memotong cincin dengan gerinda kecil. Dari samping satu petugas lainnya mengucuri air ke jari wanita itu.

Evakuasi berjalan cukup alot. Sebab, cicin yang dipakai berasal dari bahan titanium. Setelah lebih dari 30 menit, akhirnya cincin kesayangan wanita itu berhasil dilepas.

Dari informasi yang diperoleh, cincin tersebut digunakan sejak SD. Selama dikenakan pada jari wanita itu tidak pernah sulit dilepas. Namun, entah mengapa sejak Sabtu (29/4) pagi cincin tersebut tidak mau lepas dari jari korban. Sudah dicoba melepas menggunakan berbagai cara, tetapi tidak berhasil. ”Alhasil, jalan terakhir langsung datang ke pos,’’ ungkapnya.

Ketika digali informasi, ternyata wanita tersebut bukan warga Surabaya. Melainkan warga Semarang yang sedang berlebaran di Kota Pahlawan. Mokti menjelaskan, korban mengetahui petugas dapat mengevakuasi cincin dari media sosial.”Karena sudah viral di dunia maya,’’ terangnya Senin (1/5) sambil menirukan gaya korban.

Sejak Sabtu (29/4) lalu hingga kemarin (1/5) tercatat tim rescue telah mengevakuasi dua korban cincin yang tidak bisa lepas. 

 

Share This News

Comment

Do you want to get our quality service for your business?